Sistem rangka ikan adalah bagian penyusun tubuh ikan yang terdiri dari tulang sejati dan rawan yang menempel pada tedon dan ligamen.
Fungsi sistem rangka ikan yitu :
Menegakan tubuh
Menunjang organ organ tubuh
Melindungi organ organ tubuh
Tempat menempelnya urat daging
Tempat pembentukan darah merah
Pada beberapa jenis ikan berperan dalam reproduksi.
Sistem Rangka
Rangka terdiri dari tulang-tulang (bones) dan rawan-rawan (carilages) yang menempel pada Tendon (jaringan penghubung seperti serat serat putih yang menghubungkan urat daging yang berisi struktur yang dapat digerakan misalnya tulang) dan Ligamen (jaringan berserat dan kuat yang menghubungkan dua atau lebih tulang/ rawan yang dapat digerakan).
Tulang sejati dilapisi periosteum yang tersusun atas osteocytes dan matrix tulang. Tergantung kepada spesies, ada ikan yang tulang tulangnya berisi osteocytes (tulang seluler/cellular bone) misalkan ikan mas dan sidat atau tanpa osteocytes (tulang seluler).
Tulang tulang rawan tersusun dari sel sel rawan (chondrocytes) dan matrix rawan dan dilapisi oleh membran yang dinamakan perichondrium.
Jenis Tulang
Terdapat 2 jenis tulang, yaitu sejati dan tulang rawan. Seluruh rangka Elasmobranchii terdiri dari tulang rawan, sedangkan Osteischthyes terdiri dari tualang sejati. Tulang Osteichthyes awalnya terbentuk dari tulang rawan, kemudian materinya menjadi tulang sejati dalam bentuk khusus melalui proses osifikasi.
Bentuk Tubuh Ikan
Pada umumnya ikan berbentuk bilateral simetris, namun ada juga ikan yang berbentu non bilateral simetris, contohnya ikan ilat-ilat. Selain itu juga ada ikan yang berbentuk :
1. Torpedo, contohnya : ikan tuna
2. Pipih/kompresed, contohnya : ikan mas
3. Picak/depresed, contohnya : ikan lele
Rangka pada ikan yang dibedakan berdasarkan letak dibagi menjadi 4 :
1. Rangka Eksternal
2. Rangka Membranous
3. Rangka Axial
4. Rangka Appendicular
Berikut penjelasannya :
1. Rangka Eksternal adalah rangka yang terdapat pada kulit seperti sisik, jari-jari sirip, drivat sisik yang terdapat pada kulit ikan bertulang sejati, jari-jari sirip ikan bertulang rawan, jaringan penghubung kulit, otot, tulang, dan cartilago.
2. Rangka Membranous terdiri dari - Perineural
- Perinerium
- Perichondrium
- Periosteum
- Perimysium (menyeliputi otot)
- Peritoneum (menutupi organ tubuh)
- Pericardium (menutupi jantung)
- Tendons
- Mesenterium
3. Rangka Axial adalah rangka yang sejajar dengan sumbu axial, yang meliputi:
1) Tengkorak
2) Tulang belakang
3) Tulang rusuk
4) Tulang intermuscular
Berikut penjelasannya:
1) Tengkorak
Pada dasarnya perkembangan embrionik tengkorak ikan berasal dari 3 sumber, yaitu :
1. Chondrocranium (neorocranium) : pembungkus otak yg pada mulanya berasal dari tulang rawan diganti menjadi tulang sejati
2. Dermocranium : tulang tengkorak yang asalnya di buat dari sisik yang berfusi dalam dermis. Kemudian bersatu dengan chondrocranium sebagai bahan dari tengkorak
3. Splanchnocranium : tulang tengkorak yg berasal dr rangka visceral dan kebanyakan kelak menjadi tulang pipih pada tengkorak.
Tengkorak Ikan Elasmobranchii
Pada ikan elasmobranchi mempunyai tengkorak yang dibentuk dari rangka rawan hingga batas bagian-bagiannyatidak nyata. Sebaliknya , ikan teleostei mempunyai rangka yang sudah terossifikasi dengan baik hingga batas bagian-bagiannya muudah terlihat.
Ikan elasmobranchii, tulang tengkorak terdiri dari chondrocranium yang terdiri dari neurocranium sebagai pelindung otak dan dua pasang kasul sensory (telinga dan mata), dan branchicranium atau lengkung visceral yang dasarnya berjumlah delapan berikut drivat-drivatnya, yaitu : rahang atas (pterygoquadrate) dan rang bawah (rawan Mackel atau mandibular) yang masing-masing merupakan modifikasi lengkung visceral ke-dua; tulang hyoid, yang diduga merupakan modifikasi lengkung visceral ke-tiga, terletak di sebelah belakang rahang bawah; lengkung visceral IV sampai VIII yang menjadi lengkung insang I s/d V. Lengkung visceral I telah hilang dan berubah menjadi rawan labial (gambar 27).
Tengkorak Ikan Teleostei
Pada ikan teleostei, setelah kulit dan otot yang melekat dibuka maka akan terlihat neurocranium dan branchiocranium, yang terdiri dari:
a) Tulang supra-occipital, terletak kira-kira sebelah atas foramen magnum atau lubang syaraf medula oblongata yang berhubungan dengan vertebra.
b) Tulang parietal, merupakan atap tengkorak yang paling posterior terletak di anterior tulang supra-occipital.
c) Tulang frontal, di anterior tulang parietal di atas mata sampai bagian atas anterior mata.
d) Pre-frontal, tulang kecil di anterior tulang frontal.
e) Tulang nasal, terletak di anterior tulang frontal di antara kedua lubang hidung (nares).
f) Tulang rahang atas, terdiri dari tulag-tulang pre-maxilla (bibir atas) di aterior tulang nasal; maxilla, terletak di sebelah belakang pre-maxilla.
g) Tulang rahang bawah, terdiri dari tlang-tulang dentary atau tulang rahang bawah bagian anterior; articular, di sebelah posterior tulang dentary; dan angular, tulang kecil di bawah tulang articular.
h) Tulang qudrate, posterio-dorsal tulang articular, berpasangan.
i) Tulang pteygoid, bagian tulang pipi, terletak di antara tulang Qudrate dan maxilla, di bawah mata.
j) Tulang metapterygoid, di posterior tulang pterygoid dan di anterior tulang quadrate.
k) Lachrymal, besar, terletak anterior-ventral rongga mata di antara tulang maxilla dan tulang nasai.
l) Circum orbital, merupakan tulang rongga mata sebelah ventral.
m) Tulang pro-otic, tulang kapsul telinga terletak di posterior circum orbital.
n) Tulang hyomandibular, besa, terletak di atas tulang metapterygoid.
o) Tulang sphenotic, bagian kapsul telinga di atas hyomandibular di bawah tulang frontal, kecil.
p) Tulang epiotic, bgian kapsul telinga di posterior-dorsal sphenotic, kecil.
q) Tulang pterotic, bagian kapsul telinga di bawah epiotic di atas operculum.
r) Tulang symplectic, tulang kecil di ujung bawahhyomandibular.
s) Tulang-tulang tutup insang, terdiri dari: pre-operculum atau tutup insang anterior, di posterior tulang hyomandibular; operculum, besar dan pipih di posterior pre-operculum; sub-operculum; terletak di posterior operculum, lebih kecil dan interior-operculum terletak di bawah operculum dan pre-operculum.
2) Tulang belakang dan Tulang rusuk
Tulang punggung berkembang dari sclerotome yg terdapat di sekeliling notochorda dan batang saraf. Tiap-tiap pasang sclerotome berkembang menjadi 4 pasang rawan yang disebut arculia. Basidorsal (arculia yg terletak diatas notochorda dan yg didepan) akan berkembang menjadi cucuk neural dan basiventral (arculia yg terlatak di bawah notochorda dan yg di bawah) akan berkembang menjadi cucuk haemal.
Berdasarkan pembentukannya, ada 2 macam tulang punggung :
a. Monospondyly : di bentuk dari persatuan interdorsal dan interventral suatu somite dengan basidorsal dan basiventral somite dibelakangnya. Jika berhasil akan membentuk centrum.
b. Diplospondyly : jika tahap di atas gagal maka dalam satu somite akan terbentuk 2 ruas tulang punggung. Misalnya pada ikan amia
Tulang punggung di badan berbeda dengan di ekor. Tiap-tiap ruas di badan dilengkapi oleh sepasang tulang rusuk kiri dan kanan. Pada ekor tiap ruasnya di bagian bawah hanya terdapat 1 cucuk haemal dan diatas terdapat cucuk neural.
Rangka Berdasarkan Letak
1. Eksoskeleton yaitu sisik, skute, dan jari- jari sirip
2. Endoskeleton yaitu tengkorak, vetebrae, dan penunjang-penunjang sirip.
Rangka Apendikular: Sirip-Sirip Dan Penyokong- Penyokong (Girdles)
Sirip-sirip median pada Elasmobranchii ditunjang oleh rawan-rawan basal yang biasanya berbuku-buku menjadi elemen proximal, middle dan distal. Pada beberapa jenis hiu proximal menjadi satu dan pada beberapa spesies yang memicak (flattened species) rawan basal bersatu dengan duri-duri neural. Sirip-sirip median pada Teleostei didukung oleh dua tulang yang terosifikasi dan satu rawan pterygiophore. Rangka apendikular yang utamanya merupakan tempat penempelan sirip-sirip lebih sederhana daripada rangka kepala. Pada Chondrichthyes, sirip-sirip pektoral ditunjang oleh serangkaian rawan choracoid dan scapular; penyokong sirip perut terdiri dari barisan penghubung sederhana dinamakan rawan ishiopubic. Pada Osteichthyes, sirip pektoral dan penyokong sirip perut lebih kompleks. Sirip-sirip pektoral berartikulasi dengan lima tulang-tulang radial dan pelvic girdle biasanya terdiri dari dua tulang yang bersatu yang mungkin bersatu dengan pectoral girdle pada ikan-ikan yang perkembangan evolusinya lebih maju.
Rangka Apendikular: Sirip Ekor
Sirip ekor ikan merupakan vertebrae yang kompleks, asesoris tulang belakang, dan jari-jari sirip telah termodifikasi sebagai alat untuk mendorong ikan bergrak maju selama perjalanan evolusinya. Pada Teleostei primitif tulang-tulang hypural (perluasan dari duri haemal) merupakan pendukung utama sirip ekor. Epural (perluasan dari duri neural) dan duri haemal terahir menyokong procurrent pada jari-jari sirip ekor. Pada Teleostei yang lebih modern jumlah hypural berkurang tinggal 5. Pada tuna, makerel, ikan sebelah hypural bersatu membentuk hypural plate. Pada Scombridae, hypural ke-3 dan ke-4 bergabung ke bagian atasnya dan hypural ke-1 dan ke-2 ke bagian bawahnya.
Rangka Dan Pergerakan Ikan
Pergerakan pada ikan merupakan hasil kerja antara sistem urat daging dan sistem rangka (bentuk tubuh, fleksibilitas, kekuatan gaya dorong). Contoh: peranan hypural dan epural pada sirip ekor dan otot-otot caudalis interfilaments yang bekerja secara sinergis untuk mendorong ikan bergerak maju ke depan. Bagaimana ikan menciptakan “body wave” untuk bergerak? Memerlukan pemahaman terhadap struktur, komposisi dan fungsi rangka.